Tun_Allow post
Lelah kaki melangkah,
Berjalan menelusuri Arah Jalan untuk menelusuri inpianku. dengan arah yang buram, Menatap dengan mata sayu, .
Terdiam dalam Melangkah sampai Keringat membasahi tubuh, Air mata menoreh di wajahku.
Tertunduk wajah ini, tat kala juga menatap hari Yang penuh dengan kesusahan ini.
Kaki yang rapuh, Tak kuat lagi menopang raga Hendak ku berlari,
Namun itu hanya mimpi.
Aku hanya bisa diam Menatap ke kiri dan ke kanan.
Namun Tak ada seorangpun Yang menyapaku, untuk memberiku pertolongan.
mentari yang bersinar saat ku trus berjuang sampai
Membakar lengan bajuku hitam Karena Tak ada seribuh Rupiah pun untuk membeli sabun untuk memberssihkan baju Yang ku trus pakai ke kampus samapai bernodah,
Tetapi aku Tak malu untuk trus mengunakan satu baju, padahal teman-Temanku selaluh menegurku, karna aku sangat bauh di hirupan hidung mereka.
Ingin ku menjerit tetapi pada siapa! hidup seperti orang gila Yang Tak berguna bagi orang. semua jadi Tak berguna.
Cacian makian, cemohan, Jadi Santapan untuk Perut yang lapar ini
Menjadi kenyang.
"Untuk apa yang terhormat,
Tidak ada gunanya mengeluh,
jika kita mengeluh akan membuat kita akan Terjatuh pada malas akhirnya kita sulit untuk melakukan sesuatu yang bisa menhidupi kita di Rantauan ini dan akan membuat kita lumpuhkan hati Ketepatan lumpuhnya diri Ku hanya bisa,
Menghidupi kehidupan,
Yang penuh rintangan, Tantangan ini. ku ingin jalani semua ini sebelum aku mengakh
An Hare Yalion
Lelah kaki melangkah,
Berjalan menelusuri Arah Jalan untuk menelusuri inpianku. dengan arah yang buram, Menatap dengan mata sayu, .
Terdiam dalam Melangkah sampai Keringat membasahi tubuh, Air mata menoreh di wajahku.
Tertunduk wajah ini, tat kala juga menatap hari Yang penuh dengan kesusahan ini.
Kaki yang rapuh, Tak kuat lagi menopang raga Hendak ku berlari,
Namun itu hanya mimpi.
Aku hanya bisa diam Menatap ke kiri dan ke kanan.
Namun Tak ada seorangpun Yang menyapaku, untuk memberiku pertolongan.
mentari yang bersinar saat ku trus berjuang sampai
Membakar lengan bajuku hitam Karena Tak ada seribuh Rupiah pun untuk membeli sabun untuk memberssihkan baju Yang ku trus pakai ke kampus samapai bernodah,
Tetapi aku Tak malu untuk trus mengunakan satu baju, padahal teman-Temanku selaluh menegurku, karna aku sangat bauh di hirupan hidung mereka.
Ingin ku menjerit tetapi pada siapa! hidup seperti orang gila Yang Tak berguna bagi orang. semua jadi Tak berguna.
Cacian makian, cemohan, Jadi Santapan untuk Perut yang lapar ini
Menjadi kenyang.
"Untuk apa yang terhormat,
Tidak ada gunanya mengeluh,
jika kita mengeluh akan membuat kita akan Terjatuh pada malas akhirnya kita sulit untuk melakukan sesuatu yang bisa menhidupi kita di Rantauan ini dan akan membuat kita lumpuhkan hati Ketepatan lumpuhnya diri Ku hanya bisa,
Menghidupi kehidupan,
Yang penuh rintangan, Tantangan ini. ku ingin jalani semua ini sebelum aku mengakh
An Hare Yalion
Social Plugin