Kisah Anak Orang Kaya yang Hidup Bagai di Neraka.
Kehidupan anak orang kaya dipenuhi dengan keceriaan, liburan ke luar negeri, dan berbagai kegiatan menyenangkan lainnya. Kisah indah itu ternyata tidak pernah dicicipi lagi ketika ibunda meninggalkanya bersama ayah yang kaya Raya itu, saat anak itu berumur dua Tahun, anak itupun bertumbuh besar bersama Ayahnya, setelah setahun kemudian Ayahnya pun nikahi seorang wanita Yang bekerja sebagai pembantu di Rumah mereka, setelah hidup bersama si pembantu, setahun kemudian si ayah dari pada anak lelaki yang berusia empat tahun itu terpaksa meninggalkan anaknya Yang baru beranjak empat tahun itu karena memgalami kanker pada otak akhirnya pun tinggalah semua kekayaanya di dunia.
Walau lahir dari keluarga kaya raya, kepergian Ayahnya membuat hidup anak itu berubah bagaikan di neraka. Siksaan, pukulan, dan perilaku kasar telah dilancarkan sang ibu tirinya bahkan sejak anak tersebut masih berusia empat tahun.
Tak hanya ibu tirinya, para pembantu rumah tangga yang beru bekerja setelah si Ayah kawin dengan pembantu Yang seharusnya merawat anak tersebut dengan penuh kasih sayang justru melakukan tindakan yang lebih buruk dari binatang. Setiap bangun tidur, anak itu menghadap siksaan baru dari ibu tiri dan para pembantunya.
Penderitaan anak itu sungguh mengerikan. Anak itu pun digigit, dipukul, disayat pisau hingga dipaksa berendam di dalam air mendidih.
Lebih parah dari itu, keduanya bahkan dipaksa memakan muntah dan kotoran mereka sendiri. Tak bisa terbayangkan bagaimana anak ini dapat bertahan di tengah `neraka` yang diciptakan sang ibu tirinya di dalam rumahnya sendiri.
Sebagai anak orang kaya, hidup anak itu pun sungguh menyedihkan dan penuh penderitaan, di bawa penindasan sang ibu tirinya, iya bertumbuh besar di selah-selah penderitaan itu sampai dengan anak itu bertumbuh hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas.
Di suatu hari anak itu menjumpai seorang tete di halte bis saat iya pergi sekolah, naiklah mereka ke dalam bis lalu duduk berseblahan, si Tete itu menceritakan nasib ibu dan Ayahnya Yang sebernya.
Pulanglah anak itu dan menyuruh ibu tirinya Dan pembantu itu untuk segerah meninggalkan rumahnya, pergilah si ibu tiri itu tanpa membawa apa.
Akhirnya iya pun kembali bertahta di rumahnya hingga beranak cucu....
Indonesia perlakuan orang papua seperti cerita di atas setelah papua jatuh ke dalam genggaman tangan indonesia,
![]() |
| PAPUA BUKAN TANAH KOSONG |
Kehidupan anak orang kaya dipenuhi dengan keceriaan, liburan ke luar negeri, dan berbagai kegiatan menyenangkan lainnya. Kisah indah itu ternyata tidak pernah dicicipi lagi ketika ibunda meninggalkanya bersama ayah yang kaya Raya itu, saat anak itu berumur dua Tahun, anak itupun bertumbuh besar bersama Ayahnya, setelah setahun kemudian Ayahnya pun nikahi seorang wanita Yang bekerja sebagai pembantu di Rumah mereka, setelah hidup bersama si pembantu, setahun kemudian si ayah dari pada anak lelaki yang berusia empat tahun itu terpaksa meninggalkan anaknya Yang baru beranjak empat tahun itu karena memgalami kanker pada otak akhirnya pun tinggalah semua kekayaanya di dunia.
Walau lahir dari keluarga kaya raya, kepergian Ayahnya membuat hidup anak itu berubah bagaikan di neraka. Siksaan, pukulan, dan perilaku kasar telah dilancarkan sang ibu tirinya bahkan sejak anak tersebut masih berusia empat tahun.
Tak hanya ibu tirinya, para pembantu rumah tangga yang beru bekerja setelah si Ayah kawin dengan pembantu Yang seharusnya merawat anak tersebut dengan penuh kasih sayang justru melakukan tindakan yang lebih buruk dari binatang. Setiap bangun tidur, anak itu menghadap siksaan baru dari ibu tiri dan para pembantunya.
Penderitaan anak itu sungguh mengerikan. Anak itu pun digigit, dipukul, disayat pisau hingga dipaksa berendam di dalam air mendidih.
Lebih parah dari itu, keduanya bahkan dipaksa memakan muntah dan kotoran mereka sendiri. Tak bisa terbayangkan bagaimana anak ini dapat bertahan di tengah `neraka` yang diciptakan sang ibu tirinya di dalam rumahnya sendiri.
Sebagai anak orang kaya, hidup anak itu pun sungguh menyedihkan dan penuh penderitaan, di bawa penindasan sang ibu tirinya, iya bertumbuh besar di selah-selah penderitaan itu sampai dengan anak itu bertumbuh hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas.
Di suatu hari anak itu menjumpai seorang tete di halte bis saat iya pergi sekolah, naiklah mereka ke dalam bis lalu duduk berseblahan, si Tete itu menceritakan nasib ibu dan Ayahnya Yang sebernya.
Pulanglah anak itu dan menyuruh ibu tirinya Dan pembantu itu untuk segerah meninggalkan rumahnya, pergilah si ibu tiri itu tanpa membawa apa.
Akhirnya iya pun kembali bertahta di rumahnya hingga beranak cucu....
Indonesia perlakuan orang papua seperti cerita di atas setelah papua jatuh ke dalam genggaman tangan indonesia,

0 Komentar